Lompat ke konten utama
Sanggar Ponokawan

Tentang Gamelan

Mengenal gamelan Jawa, instrumennya, sistem larasnya, dan perannya dalam karawitan yang diajarkan di Sanggar Ponokawan.

Apa Itu Gamelan

Gamelan adalah ansambel musik tradisional Jawa yang tersusun dari instrumen pukul berbahan perunggu, kayu, dan kulit. Setiap instrumen memiliki peran yang saling mengisi, bukan saling menonjolkan diri.

Seni memainkan gamelan disebut karawitan, dan pada 2021 UNESCO menetapkan gamelan sebagai Warisan Budaya Takbenda.

Laras Slendro dan Pelog

Gamelan Jawa memakai dua sistem nada. Laras slendro terdiri dari lima nada dengan jarak yang hampir sama rata, terdengar lapang dan tenang.

Laras pelog terdiri dari tujuh nada dengan jarak yang tidak sama, memberi warna yang lebih beragam dan tegas.

Instrumen Utama

Gender

Gender pada Sanggar Ponokawan memiliki fungsi sebagai media pengiring latihan pedalangan. Gender dimainkan dengan dipukul menggunakan tabuh yang ujungnya bulat dan dibalut kain, untuk menambahkan hiasan-hiasan kecil (cengkok) agar lagu gamelan semakin indah didengar.

Asal: Jawa Tengah

Gong

Dibunyikan dengan cara dipukul, menjadi penanda berakhirnya satu putaran atau kalimat lagu dalam sebuah gendhing.

Asal: Jawa Tengah

Bonang

Dimainkan dengan cara dipukul menggunakan bindhi (tongkat pemukul berlapis kain), berperan membuka jalannya lagu sekaligus memperkaya variasi melodi.

Asal: Jawa Tengah

Saron

Saron pada Sanggar Ponokawan juga berfungsi sebagai media pengiring latihan pedalangan. Saron dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tabuh kayu, membawakan melodi pokok yang menjadi kerangka utama sebuah lagu.

Asal: Jawa Tengah

Kenong

Dimainkan dengan cara dipukul, berfungsi menjaga irama lebih teratur dan menandai batas-batas struktur dalam sebuah lagu.

Asal: Jawa Tengah

Jelajahi Perangkat Gamelan

Putar tiap model tiga dimensi berikut untuk mengenali bentuk dan peran instrumen dalam satu perangkat gamelan.

01 · Instrumen

Gong Ageng

Gong terbesar dalam perangkat gamelan, digantung pada gayor dan dipukul dengan tabuh berbalut kain. Bunyinya paling rendah dan paling panjang, menandai berakhirnya satu kalimat lagu sekaligus menjadi titik tenang sebuah gendhing.

Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar

02 · Instrumen

Bonang Barung

Deretan pencon, gong kecil berpencu, yang ditata dua baris di atas tali pada rancakan kayu dan dipukul dengan sepasang bindhi. Bonang barung kerap membuka lagu dan menuntun jalannya gendhing sekaligus memperkaya variasi melodi.

Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar

03 · Instrumen

Saron Demung

Bilah-bilah perunggu tebal yang dipasang di atas rancakan kayu berongga dan dipukul dengan tabuh kayu. Demung adalah saron berukuran paling besar dan bernada paling rendah, membawakan balungan, kerangka nada pokok gendhing.

Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar

04 · Instrumen

Kenong

Pencon besar yang diletakkan tegak di atas tali silang pada rancakan, bukan digantung. Tabuhannya membagi gendhing menjadi kalimat-kalimat yang seimbang dan menjaga irama tetap teratur.

Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar

05 · Instrumen

Gender Barung

Bilah perunggu tipis yang digantung di atas deretan tabung resonator bambu, dimainkan dengan dua tabuh berujung bulat berbalut kain. Gender mengisi lagu dengan cengkok, hiasan-hiasan halus yang membuat gendhing semakin indah didengar.

Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar

Ingin Anak Anda Belajar Karawitan?

Sanggar Ponokawan membuka kelas karawitan dan gamelan untuk berbagai jenjang usia.