Pengajar Berpengalaman
Dibimbing oleh seniman dan praktisi berpengalaman di bidang wayang dan gamelan.
Belajar Wayang dan Gamelan bersama Sanggar Ponokawan.
Gong Ageng
Instrumen gamelan penanda akhir kalimat lagu, bunyinya paling rendah dan paling panjang di antara instrumen lain.
Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar
Empat nilai lebih yang menjadikan Sanggar Ponokawan pilihan tepat untuk mengembangkan bakat dan karakter anak.
Dibimbing oleh seniman dan praktisi berpengalaman di bidang wayang dan gamelan.
Setiap peserta mendapatkan perhatian dan pendampingan sesuai kemampuan dan minatnya.
Berbagai prestasi diraih di tingkat kota, provinsi, hingga nasional dalam bidang seni dan budaya.
Sanggar Ponokawan terbuka untuk semua kalangan tanpa patokan biaya tertentu, seikhlasnya.
Wayang dan gamelan berjalan berdampingan: lakon yang dimainkan dalang dihidupkan oleh gending yang ditabuh penabuhnya.
Seni pertunjukan yang memadukan seni rupa, sastra, musik, dan filsafat, ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2003. Di sanggar, siswa belajar sabetan, antawacana, sanggit, dan mengenali watak tiap tokoh lewat lakon seperti Dewa Ruci dan Jabang Tetuko.
Kenali Tokoh dan Lakonnya →Ansambel musik tradisional Jawa yang setiap instrumennya saling mengisi, bukan saling menonjolkan diri. Kenali gender, gong, saron, bonang, dan kenong beserta fungsinya, lengkap dengan contoh bunyi dan model tiga dimensinya.
Dengarkan Bunyinya →
Sanggar Ponokawan mementaskan lakon "Bratasena", mengisahkan perjalanan batin tokoh Bima muda dalam mencari jati diri dan hakikat hidup sejati.
Karakter-karakter wayang, dari para ksatria hingga Punakawan, mencerminkan nilai-nilai hidup seperti kejujuran, kesabaran, dan kesederhanaan yang tetap relevan diterapkan dalam keseharian modern.
Kisah Irfan Dao Zaidan Nabhan, dalang binaan Sanggar Ponokawan yang meraih Juara 2 Festival Dalang Anak tingkat nasional 2023 dan tampil di berbagai panggung budaya.
Ayah Riza Rahman Hidayat
Orang Tua Siswa
“Selama 3 tahun ini, Riza ngerasa perkembangannya sangat positif karena bakatnya jadi lebih terasah. Dia juga bilang metode belajar dari Pak Warseno itu bagus banget.”
Ibu Arum Cahyendah Wasis Suprobowati
Orang Tua Siswa
“Baru 4 bulan belajar, tapi Arum udah ngerasa lebih kenal sama budaya Jawa dan mulai paham cara main gamelan. Materi dari Pak Warseno juga menurutnya gampang banget dipahami.”
Ayah Arya Punjung P
Orang Tua Siswa
“Sudah 6 tahun jadi bagian dari Sanggar Ponokawan, Arya makin paham soal alat musik dan gendhing Jawa, sekaligus punya kegiatan positif buat ngisi waktu luang. Sekarang dia udah jago main Kendhang, Saron, sampai Peking, berkat cara ngajar Pak Warseno yang pelan-pelan tapi pasti dan gampang dicerna anak seumurannya.”
Ansambel musik tradisional Jawa yang setiap instrumennya saling mengisi, bukan saling menonjolkan diri. Kenali gender, gong, saron, bonang, dan kenong beserta fungsinya, lengkap dengan contoh bunyi dan model tiga dimensinya.