Lompat ke konten utama
Sanggar Ponokawan
Sejak 2013 · Kota Semarang

Lestarikan Budaya, Ciptakan Generasi Berkarakter

Belajar Wayang dan Gamelan bersama Sanggar Ponokawan.

Gong Ageng

Instrumen gamelan penanda akhir kalimat lagu, bunyinya paling rendah dan paling panjang di antara instrumen lain.

Geser untuk memutar · cubit atau gulir untuk memperbesar

Keunggulan Sanggar Ponokawan

Empat nilai lebih yang menjadikan Sanggar Ponokawan pilihan tepat untuk mengembangkan bakat dan karakter anak.

01

Pengajar Berpengalaman

Dibimbing oleh seniman dan praktisi berpengalaman di bidang wayang dan gamelan.

02

Pembelajaran Individu

Setiap peserta mendapatkan perhatian dan pendampingan sesuai kemampuan dan minatnya.

03

Telah Menuai Banyak Prestasi

Berbagai prestasi diraih di tingkat kota, provinsi, hingga nasional dalam bidang seni dan budaya.

04

Tidak Ada Patokan Biaya

Sanggar Ponokawan terbuka untuk semua kalangan tanpa patokan biaya tertentu, seikhlasnya.

Dua Seni yang Dipelajari di Sanggar

Wayang dan gamelan berjalan berdampingan: lakon yang dimainkan dalang dihidupkan oleh gending yang ditabuh penabuhnya.

Tentang Wayang

Seni pertunjukan yang memadukan seni rupa, sastra, musik, dan filsafat, ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2003. Di sanggar, siswa belajar sabetan, antawacana, sanggit, dan mengenali watak tiap tokoh lewat lakon seperti Dewa Ruci dan Jabang Tetuko.

Kenali Tokoh dan Lakonnya →

Tentang Gamelan

Ansambel musik tradisional Jawa yang setiap instrumennya saling mengisi, bukan saling menonjolkan diri. Kenali gender, gong, saron, bonang, dan kenong beserta fungsinya, lengkap dengan contoh bunyi dan model tiga dimensinya.

Dengarkan Bunyinya →

Aktivitas Sanggar Ponokawan

Lihat Selengkapnya →
Wayang

Karakter Wayang dalam Kehidupan Sehari-hari

Karakter-karakter wayang, dari para ksatria hingga Punakawan, mencerminkan nilai-nilai hidup seperti kejujuran, kesabaran, dan kesederhanaan yang tetap relevan diterapkan dalam keseharian modern.

1 menit baca

Testimoni Orang Tua

Lihat Semua Testimoni →

Ayah Riza Rahman Hidayat

Orang Tua Siswa

“Selama 3 tahun ini, Riza ngerasa perkembangannya sangat positif karena bakatnya jadi lebih terasah. Dia juga bilang metode belajar dari Pak Warseno itu bagus banget.”

Ibu Arum Cahyendah Wasis Suprobowati

Orang Tua Siswa

“Baru 4 bulan belajar, tapi Arum udah ngerasa lebih kenal sama budaya Jawa dan mulai paham cara main gamelan. Materi dari Pak Warseno juga menurutnya gampang banget dipahami.”

Ayah Arya Punjung P

Orang Tua Siswa

“Sudah 6 tahun jadi bagian dari Sanggar Ponokawan, Arya makin paham soal alat musik dan gendhing Jawa, sekaligus punya kegiatan positif buat ngisi waktu luang. Sekarang dia udah jago main Kendhang, Saron, sampai Peking, berkat cara ngajar Pak Warseno yang pelan-pelan tapi pasti dan gampang dicerna anak seumurannya.”

Tentang Gamelan

Ansambel musik tradisional Jawa yang setiap instrumennya saling mengisi, bukan saling menonjolkan diri. Kenali gender, gong, saron, bonang, dan kenong beserta fungsinya, lengkap dengan contoh bunyi dan model tiga dimensinya.